JABAROKE.COM- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut kunci hasil maksimal dari dilaksanakannya program TMMD atau Tentara Manunggal Membangun Desa adalah ketika program tersebut dikerjakan bersama-sama secara keroyokan. Menurut bupati, TMMD ke-116 di Desa Wanajaya Kecamatan Surian menjadi contoh bahwa sebuah kegiatan harus dilakukan secara keroyokan. Sehingga kegiatan untuk kepentingan masyarakat, hasilnya akan maksimal.
“TMMD ini menjadi contoh bagi pemda, kalau sebuah kegiatan harus keroyokan, harus crosscutting (lintas sektoral), atau cros program berbagai SKPD, tidak hanya ego sektoral masing-masing,” kata bupati.
Jika dilakukan secara bersama-sama, sambung Dony, maka sebuah kegiatan akan menghasilkan output yang luar biasa.
“Di sini BPJS bertambah keanggotaannya, yang membuat SIM, KK, akte, pemeriksaan kesehatan, yang stunting juga dibantu,” katanya.
Kepala Staf Kodam III Siliwangi, Brigjen TNI Agus Saepul mengatakan, program TMMD merupakan salah satu bukti sinergitas lintas sektoral dalam membangun masyarakat desa.
“Makanya ujungnya selalu ada istilahnya TNI manunggal, karena itu salah satu kekuatan kita, khususnya NKRI adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol. Inf. Hendrix Fahlevi Rangkuti mengatakan, kegiatan pembangunan infrastruktur dalam TMMD ini diikuti 150 prajurit TNI, Polri, dan warga.
“Sebelumnya kami sudah menggelar pra TMMD saat bulan puasa kemarin. Kegiatan ini akan dikerjakan hingga 9 Juni 2023,” tuturnya. (RLS)



















